Aceh Jaya — 5 April 2025 — Suara tabuhan rapai berpadu dengan gerakan yang kompak menjadi bagian dari aktivitas peserta didik di PKBM Aneuk Meuh Jaya. Melalui kegiatan Latihan Rapai Geleng, lembaga pendidikan nonformal ini terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya Aceh sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan keterampilan mereka.
Kegiatan Latihan Rapai Geleng mulai dilaksanakan pada Tahun 2025 dan hingga saat ini terus berlangsung secara rutin setiap hari Kamis dan Sabtu. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pengembangan bakat, minat, dan keterampilan peserta didik di PKBM Aneuk Meuh Jaya.
Rapai Geleng merupakan salah satu kesenian tradisional Aceh yang tidak hanya mengandalkan kemampuan memainkan alat musik rapai, tetapi juga membutuhkan kekompakan gerakan, ketepatan mengikuti irama, konsentrasi, serta kerja sama antarpemain. Karena itu, latihan ini menjadi sarana yang tepat untuk membangun berbagai karakter positif pada diri peserta didik.
Dalam setiap sesi latihan, peserta didik mendapatkan bimbingan dari dua orang pelatih. Para pelatih memberikan arahan secara bertahap, mulai dari teknik dasar memainkan rapai, mengenal dan mengikuti ritme pukulan, mengatur tempo, hingga mengoordinasikan gerakan secara berkelompok.
Latihan dilakukan dengan penuh semangat. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk mampu memainkan rapai, tetapi juga belajar menjaga kekompakan dengan anggota kelompok lainnya. Setiap gerakan dan pukulan harus dilakukan secara serentak agar menghasilkan penampilan yang harmonis dan menarik.
Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pembelajaran di luar ruang kelas. Mereka belajar bahwa sebuah penampilan yang baik membutuhkan disiplin, kesabaran, tanggung jawab, kerja sama, dan latihan yang konsisten.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui Rapai Geleng, mereka belajar untuk saling menghargai, mendengarkan arahan, menjaga kekompakan, serta percaya terhadap kemampuan diri sendiri dan kelompok.
Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya PKBM Aneuk Meuh Jaya untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni tradisional Aceh kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya budaya yang dikenal oleh anak-anak dan generasi muda, pengenalan seni tradisional menjadi langkah penting agar warisan budaya daerah tetap dikenal, dicintai, dan diteruskan.
Kepala PKBM Aneuk Meuh Jaya, Muhammad Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan Rapai Geleng merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi dan karakter peserta didik.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerah. Rapai Geleng merupakan salah satu warisan seni Aceh yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan, khususnya kepada generasi muda,” ujar Muhammad Nasir.
Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dan Sabtu tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.
“Melalui latihan yang rutin, kami berharap peserta didik semakin terampil, disiplin, kompak, dan berani tampil di depan orang lain. Yang paling penting, mereka memahami bahwa budaya Aceh adalah bagian dari identitas yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Kegiatan Rapai Geleng juga menjadi bukti bahwa pendidikan di PKBM dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan yang kreatif dan kontekstual. Peserta didik tidak hanya belajar melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang dapat membentuk keterampilan sosial dan karakter mereka.
Ke depan, PKBM Aneuk Meuh Jaya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pengembangan potensi peserta didik. Dengan latihan yang berkesinambungan, diharapkan semakin banyak peserta didik yang tertarik mempelajari seni tradisional Aceh dan mampu menjadi generasi penerus yang turut menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Dari setiap pukulan rapai dan setiap gerakan yang dilakukan secara bersama-sama, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: budaya akan tetap hidup ketika generasi muda mengenal, mencintai, mempelajari, dan mau melestarikannya.
Melalui semangat tersebut, PKBM Aneuk Meuh Jaya terus melangkah, menjadikan pendidikan sebagai ruang untuk tumbuh sekaligus sebagai tempat bagi generasi muda untuk mengenal dan menjaga kekayaan budaya Aceh.